Dinas PUPR Disorot, Janji Alat Berat Tak Kunjung Datang, Petani Dua Desa Terancam Gagal tanam


Bima, tujuhdetik.com
— Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali menjadi sorotan setelah janji pengadaan alat berat untuk membersihkan saluran irigasi tak kunjung terealisasi. Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian di dua desa kini terancam gagal tanam.

Warga dari Desa Lido dan Desa Ngali mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang dipenuhi sedimentasi dan sampah. Air yang seharusnya mengalir ke sawah menjadi tersendat, bahkan tidak sampai ke beberapa titik lahan pertanian.

“Sudah dijanjikan sejak beberapa bulan lalu akan ada alat berat untuk normalisasi saluran. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ujar Ketua BPD Desa Lido Soadikin dan Beberapa petani setempat, Senin (4/5).

Menurut Ketua BPD dan para petani, kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena memasuki masa tanam yang krusial.

Kepala kelompok tani setempat menyebutkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengajukan laporan dan permohonan kepada Dinas PUPR. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata di lapangan.

“Kami tidak butuh janji lagi, kami butuh aksi. Kalau ini terus dibiarkan, bukan hanya gagal tanam, tapi juga kerugian besar bagi petani,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Dinas PUPR belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengerahan alat berat tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media masih belum mendapatkan respons.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas, mengingat sebagian besar warga di kedua desa menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memastikan normalisasi saluran irigasi dilakukan secepatnya agar potensi gagal panen dapat dihindari. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar