Bima, tujuhdetik.com - 23 Mei 2026 — Semangat membangun organisasi yang lebih dekat dengan anggota mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Pengurus PGRI Kabupaten Bima yang digelar bersama jajaran pengurus dan organisasi afiliasi. Kegiatan tersebut melibatkan Pengurus PGRI Kabupaten Bima, Pengurus AKO yang terdiri dari YPLP, LKBH, PSLCC, dan Perempuan PGRI, serta seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PC/PC Khusus PGRI se-Kabupaten Bima.
Rapat berlangsung penuh keakraban dan menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah organisasi dalam memperkuat pelayanan kepada guru dan tenaga kependidikan. Berbagai persoalan pendidikan, penguatan organisasi, hingga strategi pendampingan anggota menjadi fokus utama pembahasan dalam kegiatan tersebut.
Ketua PGRI Kabupaten Bima, Adhar M. Nur, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru tidak ingin hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar hadir di tengah anggota. Karena itu, pihaknya berkomitmen melaksanakan silaturahmi organisasi ke 18 kecamatan di Kabupaten Bima untuk menyerap langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi guru di setiap wilayah.
Menurutnya, kondisi dan tantangan pendidikan di setiap kecamatan memiliki karakteristik berbeda. Oleh sebab itu, pengurus perlu turun langsung mendengar kebutuhan anggota agar kebijakan organisasi benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas antaranggota PGRI di seluruh Kabupaten Bima.
Dalam forum tersebut, Adhar M. Nur juga menyampaikan komitmennya untuk selalu siap hadir ketika anggota membutuhkan bantuan organisasi. Ia menegaskan bahwa dirinya siap turun langsung ke setiap kecamatan selama 24 jam apabila terdapat persoalan mendesak yang dihadapi PC PGRI maupun anggota di wilayah masing-masing.
“PGRI harus menjadi rumah besar bagi guru. Ketika ada persoalan, pengurus tidak boleh menunggu terlalu lama. Kami ingin hadir cepat, mendengar langsung, dan mencari solusi bersama,” ujar Adhar di hadapan peserta rapat yang disambut antusias seluruh pengurus.
Selain membahas agenda silaturahmi kecamatan, rapat kerja juga menjadi wadah konsolidasi program organisasi ke depan. Para pengurus AKO turut menyampaikan kesiapan mereka mendukung penguatan advokasi hukum, peningkatan kompetensi guru, pelayanan konseling, hingga pemberdayaan perempuan dalam organisasi PGRI Kabupaten Bima.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari semangat baru kepengurusan PGRI Kabupaten Bima dalam membangun organisasi yang lebih responsif, humanis, dan hadir langsung di tengah persoalan anggota. Dengan komitmen turun langsung ke lapangan, PGRI Kabupaten Bima ingin memastikan bahwa setiap guru memiliki tempat untuk mengadu, didengar, dan diperjuangkan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bima. (Red)



0 Komentar