![]() |
| Foto. Kepala sekolah SMA 1 Madapangga I Putu Budiarta M.Pd |
Bima, tujuhdetik.com — Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Madapangga diduga melakukan upaya penyuapan terhadap seorang aktivis yang tengah menyoroti pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun 2023 sampai 2025 di sekolah tersebut.
Dugaan ini mencuat setelah adanya informasi dari kalangan aktivis pendidikan yang menyebutkan adanya pendekatan personal disertai pemberian sejumlah uang, yang diduga bertujuan untuk meredam kritik dan menghentikan pengungkapan dugaan penyimpangan pengelolaan dana pendidikan.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, aktivis tersebut sebelumnya aktif mempertanyakan transparansi penggunaan dana BOSP serta penyaluran PIP kepada siswa yang dinilai tidak tepat sasaran. Tak lama setelah sorotan itu muncul, diduga terjadi pertemuan antara kepala sekolah dan aktivis terkait.
“Pertemuan itu diduga tidak hanya sebatas klarifikasi, tetapi disertai upaya pemberian uang agar persoalan ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum,” ungkap sumber tersebut.
Sementara itu, sejumlah aktivis pendidikan mendesak Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan klarifikasi dan penyelidikan guna memastikan pengelolaan dana BOSP dan PIP berjalan sesuai aturan serta bebas dari praktik-praktik yang merugikan dunia pendidikan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dana negara yang diperuntukkan bagi peningkatan mutu pendidikan dan bantuan bagi siswa kurang mampu. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak profesional dan transparan dalam menangani dugaan tersebut.
Sementara itu kepala sekolah SMA 1 madapangg I Putu Budiarta M.Pd yang di konfirmasi oleh media ini lewat via whatsaap mengatakan, soal suap menyuap aktivis tersebut itu tidak benar. Ungkapnya.



0 Komentar