BIMA, tujuhdetik.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kembali mencetak generasi sarjana melalui Wisuda Angkatan XXIII. Sebanyak 254 lulusan resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap memasuki dunia profesional, dunia usaha serta pengabdian di tengah masyarakat.
Wisuda tersebut tidak hanya menjadi momentum perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menandai babak baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Ketua STIE Bima, Firdaus, dalam laporan Ketua STIE Bima menyampaikan, wisuda merupakan puncak dari proses akademik sekaligus awal bagi para sarjana untuk menghadapi tantangan kehidupan yang lebih luas.
Menurutnya, salah satu capaian penting STIE Bima dalam mendukung penguatan kualitas akademik adalah meningkatnya produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Dari 254 lulusan, sebanyak 165 mahasiswa telah mempublikasikan tugas akhirnya pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 3 dan Sinta 4.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa STIE Bima terus berperan,” kata Firdaus.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen STIE Bima dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Firdaus menegaskan, penelitian perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, tetapi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat.
“Penelitian harus berpijak dengan persoalan masyarakat. Penelitian harus memberikan solusi. Pengabdian harus memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan membangun daya,” ujarnya.
Dalam tiga tahun terakhir, STIE Bima juga berhasil memperoleh pendanaan penelitian mencapai Rp1,04 miliar. Sementara pendanaan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp303 juta.
Khusus pada 2025, pendanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi mengalami peningkatan sebesar 113,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai capaian tersebut, kata Firdaus, menjadi bagian dari upaya STIE Bima untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memastikan lulusan tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga kompetensi, karakter dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Perguruan tinggi tidak boleh berjalan di tempat. Dunia berubah, teknologi berubah, dunia kerja berubah, model bisnis berubah dan karena itu pendidikan tinggi harus berubah,” tegasnya.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, STIE Bima terus mendorong penguatan literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, penelitian serta produktivitas akademik secara bertanggung jawab.
“Kita ingin lulusan STIE Bima bukan hanya siap menghadapi hari ini. Kita ingin lulusan STIE Bima siap menghadapi masa depan,” kata Firdaus.
Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, menyampaikan apresiasi atas kontribusi STIE Bima dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan, STIE Bima bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, tetapi telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bima.
Menurutnya, kontribusi tersebut terlihat dalam berbagai program dan kegiatan strategis pemerintah, mulai dari promosi daerah, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM hingga kegiatan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Dalam penyelenggaraan Rimpu Mantika 2026, misalnya, STIE Bima turut memberikan dukungan dan kontribusi nyata dalam menyukseskan Pawai Rimpu Mantika.
STIE Bima juga mengambil bagian dalam kegiatan Pasar UMKM Kota Bima dengan ikut menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
“STIE Bima juga pernah berkontribusi dalam kegiatan Job Fair Kota Bima. Ini menunjukkan komitmen kampus dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja serta ikut menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah ini,” ujar Wali Kota.
H. A. Rahman menilai keterlibatan tersebut mencerminkan peran ideal perguruan tinggi yang tidak hanya beraktivitas di dalam kampus, tetapi hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Ia menekankan, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah memiliki program, perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia, dunia usaha memiliki peluang, sementara masyarakat memiliki potensi.
“Jika semuanya kita satukan, maka akan lahir kekuatan besar untuk membangun Kota Bima yang kita cintai,” tegasnya.
Karena itu, Wali Kota berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Bima dan STIE Bima dapat terus diperkuat sehingga kehadiran perguruan tinggi semakin memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.
Kepada 254 wisudawan dan wisudawati, ia berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu harus diwujudkan menjadi gagasan, karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan hanya berpikir di mana saya akan bekerja. Mulailah berpikir apa yang bisa saya ciptakan, siapa yang bisa saya bantu dan kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk Kota Bima, untuk bangsa dan negara,” pesannya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat STIE Bima yang menempatkan wisuda bukan sebagai akhir perjalanan akademik, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang telah diperoleh.
Dengan bekal pendidikan, pengalaman, kompetensi dan karakter, 254 sarjana baru STIE Bima diharapkan mampu mengambil peran di dunia kerja, dunia usaha maupun kehidupan sosial kemasyarakatan, sekaligus menjadi bagian dari kekuatan baru dalam mendorong pembangunan Kota Bima, daerah dan bangsa.
Wisuda Angkatan XXIII pun menjadi penanda bahwa perjalanan akademik telah dituntaskan, namun pengabdian dan kontribusi justru baru dimulai. (Red)



0 Komentar